Persib vs Arema dan Insiden Jari Tengah Adjat Sudrajat
Laga Final Piala Bhayangkara 2016 akan digelar besok yang
mempertemukan dua tim papan atas Indonesia yaitu Persib Bandung vs Arema Cronus
malang yang akan dehelat di Stadion utama Gelora Bung Karno Jakarta besok. Laga
kedua tim memang selalu berlangsung panas baik di Dalam maupun di luar
lapangan. Hal ini tidak lepas dari persaingan prestasi kedua tim ditambah
dengan persaingan dua kelompok supporter terbaik mereka yaitu bobotoh dan
aremania.
Mendapat kesempatan sebagai tuan rumah penyisihan
Grup B pada pagelaran Piala Utama saat itu tidak disia-siakan oleh Persib saat itu. persib satu grup dengan tim kuat Kramayuda Tiga Berlian, Arema Malang, dan Persija Jakarta.
![]() |
| Adjat mengacungkan Jari tengahnya ke gawang Arema. sumber : Pikiran Rakyat |
Namun ada kisah menarik yang terjadi pada Turnamen tersebut, yaitu
Insiden acungan jari tengah Adjat Sudrajat kepada pemain Arema yang bermain
keras bahkan menjurus kasar. Saat itu, Arema dan Persib bermain dalam kompetisi
yang berbeda, saat itu persib adalah jagoannya perserikatan, sementara arema
adalah tim kuat dari kompetisi Galatama. Namun kedua tim sering bertemu dalam
turnamen lokal.
Pada pagelaran Piala Utama, kedua tim bertemu. Saat itu Persib
mengincar kemenangan untuk memburu tiket semifinal yang akan digelar di
Jakarta. Sementara Arema tidak mau kalah, karena mereka ingin mengincar
kemenangan pertama dalam turnamen tersebut. Persib yang kala itu dilatih Ade
Dana bermain menyerang dengan mengandalkan sepakbola indah dari kaki ke kaki
dengan bomber andalannya Adjat Sudrajat. Sementara Arema yang dilatih oleh M. Basri
bermain keras untuk menahan gempuran pemain persib.
Pemain
legendaris Arema, Singgih Pitono. Dalam kutipan di surat kabar Pikiran Rakyat, “Dalam dua pertandingan sebelumnya di Surabaya dan Semarang,
kami kalah dari Persib. Kesempatan kali ini akan saya gunakan sebaik mungkin
untuk membalas dendam,” seru Singgih Pitono jelang laga lawan Persib dalam Pikiran Rakyat, Rabu 21
November 1990.
![]() |
| Pertandingan Berlangsung Keras. Sumber : Pikiran Rakyat |
Dalam pertandingan yang
digelar di stadion Siliwangi, Arema mampu memaksa para pemain persib kesulitan
untuk mengembangkan permainan. Mereka terus melakukan pressing ketat dan tidak
memberikan ruang bergerak kepada para striker dan gelandang Persib. Pressing ketat
dan permainan keras tersebut membuat para pemain persib harus menahan emosi.
Bahkan, kericuhan pun
tidak dapat dielakan ketika Bek Arema saat itu Lulut Kistono menebas keras striker
andalan persib Djajang Nurjaman pada menit awal pertandingan. Pemain persib
terpancing emosi, permainan indah ala tiki-taka mereka tidak berkembang. Bahkan
para pemain Persib ikut bermain Kasar. Bahkan Ade Mulyono bek persib saat itu,
melakukan aksi balasan kepada Lulut dengan tekel keras yang menjurus bahaya. Sehingga
wasit menghadiahinya dengan kartu kuning.
Bobotoh yang memenuhi
stadion pun ikut geram, karena setiap kali pemain persib mencoba mengendalikan
permainan, pemain Arema langsung melakukan aksi sapu bersih dengan tekel –
tekel keras yang menjurus kasar.
Namun Persib yang kala
itu berstatus juara Perserikatan tidak kehabisan akal untuk meladeni permainan
keras Arema. Berawal dari tendangan bebas yang dieksekusi Djadjang
Nurjaman, Adjat Sudrajat sukses membobol gawang Arema yang dikawal Sukriyan.
Luar biasanya Gol Adjat tercipta saat dirinya ditempel tiga pemain belakang
Arema.
Adjat berhasil mengatasi
kawalan Lulut, Aji Santoso, dan Jamrawi untuk melepaskan sundulan melengkung
yang tidak bisa dijangkau oleh Sukriyan. Adjat yang sepanjang pertandingan mendapat
kawalan ketat dari para bek Arema melakukan selebrasi dengan mengacungkan “jari
tengah” ke gawang Arema. Bobotoh pun bergemuruh menyambut gol yang terjadi.
Selepas terjadinya Gol
Tersebut, mental para pemain Arema Mulai Goyah. Permainan keras yang ditunjukan
sebelum terjadinya gol perlahan mulai berantakan. Walaupun beberapa kali para
bomber Arema yang saat itu masih dihuni Singgih Pitono mencoba menerobos
pertahanan persib, tak mampu melewati kokohnya dua Tembok persib saat itu Robby
Darwis dan Adeng Hudaya.
Kemenangan tersebut
membawa persib ke Semifinal di Jakarta bersama Kramayuda Tiga Berlian dari grup
B. Kemenangan tersebut tak hanya membawa Persib ke semifinal Piala Utama,
tetapi juga menandakan era baru peta persaingan sepak bola Indonesia yang
tradisional. Namun Di Semifinal, Persib kandas di Tangan Pelita jaya dengan
skor 3-2, yang diwarnai kericuhan karena para pemain persib menganggap gol
penentu pelita jaya berbau Offside.
![]() |
| sundulan Adjat Sudrajat ke gawang Arema. Sumber : Pikiran Rakyat. |
Piala Utama 1990
PESERTA
Grup A
Pelita Jaya (Juara Galatama 1990)
Persebaya (Runner-up Perserikatan 1989/1990)
PKT (Peringkat ke-3 Galatama 1990)
PSM (Peringkat ke-4 Perserikatan 1989/1990)
Grup B
Persib (Juara Perserikatan 1989/1990)
Kramayudha Tiga Berlian (Runner-up Galatama 1990)
Persija (Peringkat ke-3 Perserikatan 1989/1990)
Arema (Peringkat ke-4 Galatama 1990)
PESERTA
Grup A
Pelita Jaya (Juara Galatama 1990)
Persebaya (Runner-up Perserikatan 1989/1990)
PKT (Peringkat ke-3 Galatama 1990)
PSM (Peringkat ke-4 Perserikatan 1989/1990)
Grup B
Persib (Juara Perserikatan 1989/1990)
Kramayudha Tiga Berlian (Runner-up Galatama 1990)
Persija (Peringkat ke-3 Perserikatan 1989/1990)
Arema (Peringkat ke-4 Galatama 1990)
Akankah duel yang
berlangsung besok berlangsung seru?? Duel yang akan mempertemukan para mantan
dengan klubnya. Samsul arif, Purwaka yudi akan saling berhadapan dengan mantan
rekannya di Arema, sementara Cristhian El Loco Gonzales akan mencoba membobol
gawang tim yang pernah menjadi kebanggannya.
Siapakah yang akan
menang?? Kita tunggu hasilnya besok.
sumber : bola.com, pikiran-rakyat.



Comments
Post a Comment